Jurnal Pos News

October 2026

Archive page for October 2026 by Jurnal Pos News
  • Posted on

    Gambar artikel

    PAREPARE – Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan mengingatkan seluruh personel agar tidak bersikap arogan saat berhadapan dengan masyarakat. Ia menegaskan, pendekatan humanis harus menjadi bagian dari pelaksanaan tugas kepolisian, bukan sekadar slogan.

    Penegasan itu sejalan dengan program Polisi Bersama Masyarakat yang mulai diperkenalkan di sejumlah wilayah Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Program tersebut menempatkan kedekatan dengan warga dan kualitas pelayanan sebagai hal yang perlu diwujudkan dalam pekerjaan sehari-hari.

    “Sinergi tetap penting, terutama dalam menjaga situasi keamanan di daerah. Namun, yang paling utama adalah bagaimana masyarakat dapat merasakan keamanan dan pelayanan yang baik,” kata Phunky.

    Ia juga meminta personel memahami kondisi masyarakat ketika menjalankan tugas. Menurut dia, cara polisi memperlakukan warga menjadi bagian penting dari pelayanan, terutama ketika berhadapan dengan persoalan yang membutuhkan penanganan langsung.

    “Tolong pahami masyarakat. Jangan arogan kepada masyarakat, lakukan secara humanis setiap menghadapi masyarakat,” tegasnya.

    Polisi Tidak Cukup Hanya Hadir

    Kedekatan antara polisi dan masyarakat tidak cukup dibangun melalui slogan atau pesan yang dipasang di ruang publik. Hubungan tersebut perlu terlihat dari cara petugas menerima pengaduan, merespons persoalan warga, dan menjalankan kewenangannya di lapangan.

    Di Parepare, pesan program Polisi Bersama Masyarakat mulai terlihat melalui spanduk di depan Markas Polres Parepare, Jalan Andi Mappatola, kawasan Pelabuhan Nusantara, serta kantor Polsek Ujung, Polsek Bacukiki, dan Polsek Soreang.

    Namun, keberadaan materi sosialisasi itu baru menjadi langkah awal. Masyarakat pada akhirnya akan menilai program tersebut dari pengalaman mereka ketika berhadapan langsung dengan petugas.

    Respons terhadap laporan warga, kejelasan penanganan perkara, dan sikap personel saat memberikan pelayanan merupakan sejumlah hal yang dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap kepolisian.

    Karena itu, pendekatan humanis tidak semestinya berhenti pada imbauan internal. Prinsip tersebut perlu tercermin dalam tindakan konkret, termasuk ketika polisi harus menghadapi situasi sulit atau mengambil tindakan penegakan hukum.

    Humanis Bukan Berarti Mengabaikan Ketegasan

    Sikap humanis bukan berarti polisi harus menghindari tindakan tegas. Penegakan hukum tetap diperlukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Namun, setiap tindakan harus dilakukan sesuai aturan, secara profesional, dan dengan menghormati hak masyarakat.

    Dalam praktiknya, ketegasan dan sikap humanis bukan dua hal yang saling bertentangan. Polisi dapat menjalankan kewenangannya tanpa merendahkan warga, menggunakan komunikasi yang baik, serta menjelaskan tindakan yang diambil sesuai ketentuan.

    Pendekatan seperti ini penting untuk mencegah interaksi antara petugas dan masyarakat berkembang menjadi konflik yang sebenarnya dapat dihindari.

    Pesan Kapolres Parepare tersebut sekaligus menempatkan perilaku personel sebagai salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan program Polisi Bersama Masyarakat.

    Kepercayaan Warga Menjadi Ukuran

    Tantangan berikutnya adalah memastikan arahan tersebut benar-benar diterapkan oleh personel dalam tugas sehari-hari. Sebab, kepercayaan masyarakat tidak terbentuk hanya melalui pernyataan atau kampanye, melainkan melalui pengalaman berulang ketika membutuhkan pelayanan kepolisian.

    Warga perlu mendapatkan kesempatan menyampaikan pengaduan, memperoleh informasi yang jelas mengenai penanganan masalah, dan menerima pelayanan tanpa perlakuan diskriminatif.

    Di sisi lain, masyarakat juga membutuhkan kepolisian yang sigap ketika menghadapi gangguan keamanan. Karena itu, kualitas pelayanan perlu berjalan beriringan dengan kemampuan personel menjaga ketertiban dan menegakkan hukum.

    Program Polisi Bersama Masyarakat pada akhirnya akan dinilai dari sejauh mana hubungan polisi dan warga menjadi lebih terbuka serta pelayanan semakin mudah diakses.

    Bagi Polres Parepare, pesan yang disampaikan Kapolres kini memiliki tolok ukur yang jelas: bukan seberapa banyak slogan dipasang, melainkan bagaimana personel memperlakukan masyarakat ketika menjalankan tugas. (*)

  • Posted on

    Gambar artikel

    PAREPARE — Polsek Soreang mengintensifkan patroli malam melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dan Patroli Blue Light untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Jumat(9/10/2026).

    Kegiatan tersebut menyasar sejumlah titik yang dinilai berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, mulai dari jalan protokol, kawasan permukiman padat penduduk, hingga objek vital. Selain melakukan pemantauan situasi, petugas juga menyampaikan imbauan langsung kepada warga.

    Patroli dipimpin Kanit Intelkam Polsek Soreang, IPDA Muh. Saida. Penggunaan lampu rotator biru menjadi bagian dari patroli mobiling untuk meningkatkan kehadiran polisi di tengah masyarakat sekaligus mendukung upaya pencegahan gangguan kamtibmas.

    Dalam pelaksanaannya, petugas tidak hanya berkeliling memantau kondisi wilayah. Polisi juga menyempatkan diri berdialog dengan warga untuk mengingatkan pentingnya kewaspadaan serta mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan lingkungan.

    Warga Diingatkan Waspada Hoaks dan Penipuan Online

    Selain mengantisipasi gangguan keamanan di jalanan dan permukiman, petugas memberikan perhatian terhadap potensi gangguan yang muncul melalui ruang digital.

    Warga diimbau tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Penyebaran berita bohong atau hoaks berpotensi memicu kesalahpahaman hingga memecah hubungan antarwarga.

    Masyarakat juga diminta lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan online, terutama ketika menerima pesan, telepon, atau tawaran yang meminta data pribadi maupun transaksi uang tanpa kejelasan.

    Kanit Intelkam Polsek Soreang, IPDA Muh. Saida, menegaskan bahwa patroli tersebut merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian untuk menjaga situasi keamanan tetap kondusif.

    “Melalui patroli ini, kami mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong, serta berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan online,” ujarnya.

    Polisi Minta Warga Tak Ragu Melapor

    Petugas juga mengingatkan warga yang masih beraktivitas di luar rumah hingga malam hari agar tetap memperhatikan keselamatan diri dan lingkungan sekitar.

    Masyarakat diminta segera menghubungi pihak kepolisian apabila menemukan kejadian mencurigakan, mengalami gangguan keamanan, atau membutuhkan bantuan darurat.

    Menurut Saida, komunikasi antara masyarakat dan kepolisian menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan tertib.

    “Kami juga mengimbau warga yang masih beraktivitas di luar rumah hingga malam hari agar tidak ragu melapor atau menghubungi pihak kepolisian jika membutuhkan bantuan darurat,” katanya.

    Upaya menjaga keamanan, lanjutnya, tidak hanya bergantung pada patroli petugas, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat dalam mengenali potensi gangguan dan menyampaikan informasi kepada pihak berwenang.

    Melalui KRYD dan Patroli Blue Light, Polsek Soreang berupaya menjaga kehadiran polisi di tengah masyarakat sekaligus memperkuat langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas di wilayah Parepare.

    Partisipasi warga, kewaspadaan terhadap informasi yang beredar, serta keberanian melaporkan kejadian mencurigakan diharapkan dapat mendukung terpeliharanya keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. (*)

  • Posted on

    Gambar artikel

    PAREPARE – Polres Parepare mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Imbauan tersebut disampaikan melalui kegiatan penyuluhan yang dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Mallusetasi, Aipda Nasir Cunnu, kepada warga binaannya, Jumat (9/10/2026).

    Dalam kegiatan tersebut, warga diingatkan untuk mewaspadai berbagai potensi tindak kriminal, mulai dari pencurian kendaraan bermotor (curanmor), penjambretan, penyalahgunaan narkoba hingga peredaran minuman keras (miras).

    Aipda Nasir mengatakan, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam membantu kepolisian menjaga situasi keamanan di wilayah hukum Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN), Polres Parepare.

    Ia meminta warga agar tidak bersikap pasif ketika mengetahui adanya aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban atau mengarah pada tindak pidana.

    “Berdasarkan perintah Bapak Kapolres Parepare, hari ini kami memberikan penyuluhan kepada warga agar tetap aktif dan peduli terhadap keamanan lingkungan. Apabila terjadi pelanggaran, tindak pidana, atau ditemukan sesuatu yang mencurigakan, segera sampaikan kepada ketua RT/RW, Bhabinkamtibmas, atau Polsek terdekat untuk ditindaklanjuti,” ujar Aipda Nasir.

    Menurut dia, informasi dari masyarakat dapat membantu aparat kepolisian mengetahui potensi gangguan keamanan lebih dini. Karena itu, komunikasi antara warga dan petugas perlu terus dijaga agar setiap persoalan di lingkungan dapat segera dilaporkan melalui jalur yang tepat.

    Polres Parepare Dorong Kepedulian Warga

    Penyuluhan kepada masyarakat merupakan salah satu upaya preventif yang dilakukan jajaran Bhabinkamtibmas Polres Parepare untuk memperkuat kesadaran warga terhadap keamanan lingkungan.

    Melalui pendekatan langsung, petugas dapat menyampaikan imbauan sekaligus mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan.

    Aipda Nasir berharap, kegiatan tersebut dapat mendorong warga Kelurahan Mallusetasi untuk lebih peduli terhadap kondisi di sekitarnya. Menurut dia, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat.

    “Kegiatan penyuluhan yang kami laksanakan ini merupakan perintah langsung dari pimpinan agar Kota Parepare yang kita cintai menjadi kota yang aman dan damai,” katanya.

    Ia juga mengharapkan masyarakat tidak ragu berkoordinasi dengan perangkat lingkungan maupun kepolisian apabila menemukan situasi yang membutuhkan perhatian.

    Warga Diimbau Tidak Mengabaikan Potensi Gangguan Keamanan

    Selain meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kriminal, masyarakat diharapkan membangun kebiasaan saling mengingatkan dan menjaga komunikasi dengan petugas keamanan setempat.

    Apabila menemukan aktivitas mencurigakan, warga dapat menyampaikan informasi kepada ketua RT/RW, Bhabinkamtibmas, atau kantor kepolisian terdekat. Informasi tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan bagi petugas untuk melakukan pengecekan sesuai prosedur.

    Upaya pencegahan melalui penyuluhan dan komunikasi langsung diharapkan mampu memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

    Dengan keterlibatan warga serta respons petugas yang tepat, upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Parepare diharapkan berjalan lebih efektif.

  • Posted on

    Gambar artikel

    PAREPARE — Polres Parepare meningkatkan pengawasan di Pelabuhan Nusantara untuk mengantisipasi masuknya narkoba dan barang terlarang lainnya melalui jalur laut. Pemeriksaan dilakukan terhadap barang bawaan penumpang yang turun dari kapal dengan melibatkan instansi terkait, termasuk Bea Cukai, Jumat (9/10/2026).

    Pengawasan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian menjaga keamanan wilayah Kota Parepare, terutama di kawasan pelabuhan yang menjadi salah satu pintu masuk dan keluar penumpang dari berbagai daerah.

    Pemeriksaan dilaksanakan secara rutin setiap kapal tiba di dermaga Pelabuhan Nusantara. Petugas memeriksa barang bawaan penumpang sekaligus mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan kemungkinan adanya peredaran narkoba maupun barang terlarang lainnya.

    Iptu Suardi mengatakan, pengawasan dilakukan melalui koordinasi dengan Bea Cukai untuk mengantisipasi masuknya barang-barang yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

    “Ini kami laksanakan secara rutin bersama teman-teman dari Bea Cukai. Untuk mengantisipasi narkoba atau barang terlarang lainnya, kami melakukan pengecekan dan memeriksa barang bawaan penumpang kapal,” ujar Suardi.

    Selain pemeriksaan langsung, petugas juga menggali informasi dari sejumlah pihak terkait guna mendeteksi kemungkinan masuknya barang terlarang ke wilayah Parepare.

    Menurut Suardi, hingga saat ini pihaknya belum menemukan narkoba maupun barang berbahaya lainnya dalam kegiatan pengawasan tersebut.

    Meski demikian, pengawasan tetap dilakukan secara berkelanjutan sebagai langkah pencegahan. Upaya ini dinilai penting agar jalur transportasi laut tidak dimanfaatkan untuk memasukkan barang-barang terlarang ke Kota Parepare.

    Polres Parepare Ajak Masyarakat Aktif Melapor

    Polres Parepare juga mengajak masyarakat berperan aktif membantu kepolisian menjaga keamanan di kawasan pelabuhan. Informasi dari warga maupun pihak yang beraktivitas di lingkungan pelabuhan dinilai dapat membantu petugas mengidentifikasi potensi pelanggaran.

    Suardi meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan informasi apabila melihat aktivitas atau menemukan barang yang mencurigakan.

    “Kita bersama-sama menjaga keamanan di pelabuhan. Jangan takut memberikan informasi kepada kita jika menemukan sesuatu yang mencurigakan dari penumpang,” tegasnya.

    Imbauan tersebut ditujukan untuk membangun kepedulian bersama terhadap keamanan lingkungan, sekaligus memperkuat upaya pencegahan peredaran narkoba di Parepare.

    Tidak hanya penumpang, tenaga kerja bongkar muat juga mendapat perhatian. Mereka diimbau tidak mengonsumsi minuman keras saat bekerja karena dapat mengganggu keselamatan dan kelancaran aktivitas di pelabuhan.

    Melalui pemeriksaan rutin, koordinasi lintas instansi, serta dukungan informasi dari masyarakat, Polres Parepare berupaya menjaga Pelabuhan Nusantara tetap aman dan mencegah masuknya barang terlarang melalui jalur laut. (*)

  • Posted on

    Gambar artikel

    PAREPARE – Polres Parepare melalui Satuan Samapta mengintensifkan patroli keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) untuk mengantisipasi balapan liar serta mencegah tindak kriminalitas dan kejahatan jalanan di wilayah Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Jumat (9/10/2026).

    Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan lingkungan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama pengguna jalan yang beraktivitas di sejumlah ruas jalan di Kota Parepare.

    Kasat Samapta Polres Parepare, AKP Muhammad Habir, mengatakan patroli dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat sesuai arahan pimpinan.

    “Menindaklanjuti perintah Kapolres, kami melaksanakan patroli untuk mengantisipasi tindak kriminalitas maupun kejahatan jalanan lainnya,” kata Muhammad Habir.

    Menurut dia, patroli menjadi salah satu langkah pencegahan yang dilakukan kepolisian untuk menekan potensi gangguan keamanan, termasuk aktivitas balapan liar yang melibatkan kalangan remaja.

    Polres Parepare juga mengombinasikan patroli dengan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi dari rumah ke rumah (door to door), penyampaian imbauan kepada warga, serta patroli gabungan di sejumlah lokasi yang dinilai rawan menjadi tempat berkumpulnya pelaku balapan liar.

    Selain itu, Polres Parepare membentuk Tim Senggol Presisi untuk menyasar berbagai titik yang kerap digunakan sebagai arena balapan liar.

    “Selain patroli, ada beberapa upaya yang kami lakukan untuk menekan kejahatan jalanan, termasuk balapan liar. Di antaranya sosialisasi secara door to door, sosialisasi kepada masyarakat, patroli gabungan, hingga pembentukan Tim Senggol Presisi yang menyasar lokasi-lokasi rawan balapan liar,” ujarnya.

    Balapan Liar Berisiko Picu Kecelakaan

    Muhammad Habir menilai balapan liar tidak hanya mengganggu ketenangan masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas yang membahayakan pelaku maupun pengguna jalan lainnya.

    Aktivitas tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya tabrakan, terutama ketika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi di jalan umum yang juga digunakan masyarakat untuk beraktivitas.

    Karena itu, ia mengingatkan generasi muda agar tidak menjadikan jalan raya sebagai arena untuk mengadu kecepatan. Menurutnya, keselamatan diri sendiri dan orang lain harus menjadi pertimbangan utama sebelum melakukan aktivitas di jalan.

    “Kepada generasi muda, khususnya, jangan meniru kegiatan yang tidak bermanfaat. Masa depan kalian masih panjang. Cintai diri kalian,” pesan Muhammad Habir.

    Polisi Ajak Masyarakat Berperan Aktif

    Upaya menjaga kamtibmas, lanjutnya, tidak hanya bergantung pada kegiatan kepolisian. Peran masyarakat juga diperlukan untuk mencegah munculnya gangguan keamanan, termasuk aktivitas balapan liar yang berpotensi merugikan banyak pihak.

    Masyarakat diharapkan ikut menjaga lingkungan masing-masing serta menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban atau membahayakan keselamatan pengguna jalan.

    Melalui patroli dan pendekatan langsung kepada warga, Polres Parepare berupaya memperkuat pencegahan gangguan kamtibmas sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan di jalan raya.

    Kehadiran personel kepolisian di titik-titik rawan juga diharapkan dapat mencegah munculnya kesempatan bagi pelaku kejahatan jalanan serta menekan aktivitas balapan liar.

    Polres Parepare mengimbau masyarakat, khususnya kalangan remaja, untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif dan tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

    Dengan dukungan masyarakat dan langkah pencegahan yang berkelanjutan, situasi keamanan dan ketertiban di Kota Parepare diharapkan tetap terjaga sehingga warga dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. (*)

  • Posted on

    PAREPARE – Polres Parepare mendorong penguatan peran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan melalui pembekalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bagi peserta pelatihan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Kelurahan Cappa Galung, Kecamatan Bacukiki Barat, Jumat (9/10/2026).

    Langkah ini menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan gangguan keamanan, terutama melalui koordinasi antara Satlinmas, pemerintah kelurahan, kepolisian, dan unsur TNI di wilayah setempat.

    Pembekalan yang berlangsung di Kantor Kelurahan Cappa Galung, Kasat Binmas Polres Parepare AKP Anwar, S.H. , bersama Ps. Kanit Bintibsos Satbinmas Aipda Mustarif K., S.H., memberikan materi pemahaman mengenai kamtibmas menjadi bekal untuk mendukung perlindungan masyarakat dan menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing. Peran tersebut perlu dijalankan melalui komunikasi yang baik serta koordinasi dengan aparat berwenang.

    Kasat Binmas Polres Parepare AKP Anwar menekankan pentingnya keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya, kepolisian membutuhkan dukungan dan kepedulian masyarakat agar upaya pemeliharaan kamtibmas dapat berjalan secara optimal.

    “Menjaga keamanan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Diperlukan kepedulian dan kerja sama seluruh unsur masyarakat, termasuk Satlinmas, agar potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi melalui koordinasi yang baik,” ujar Anwar.

    Kerja sama tersebut penting karena masyarakat memiliki kedekatan dengan kondisi lingkungan tempat tinggalnya. Informasi mengenai persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban dapat disampaikan kepada aparat terkait untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

    Meski demikian, keterlibatan Satlinmas tetap perlu memperhatikan batas tugasnya. Penanganan persoalan yang membutuhkan tindakan kepolisian harus dikoordinasikan dengan petugas berwenang, sehingga upaya menjaga keamanan tidak justru menimbulkan persoalan baru.

    Keamanan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan penanganan setelah gangguan terjadi. Kewaspadaan, komunikasi ant warga, dan penyampaian informasi sejak dini juga menjadi bagian dari upaya pencegahan.

    Dalam konteks itu, Satlinmas dapat mendukung terciptanya lingkungan yang tertib melalui pelaksanaan tugas perlindungan masyarakat sesuai ketentuan. Koordinasi dengan pemerintah kelurahan, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa juga diperlukan agar persoalan di wilayah setempat dapat ditangani melalui jalur yang tepat.

    Bagi Polres Parepare, pembekalan melalui Satuan Binmas menjadi salah satu cara membangun komunikasi dengan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban.

    Namun, dampak pembekalan tidak cukup diukur dari terlaksananya kegiatan. Pemahaman peserta, penerapan pengetahuan dalam tugas sehari-hari, dan keberlanjutan koordinasi di tingkat kelurahan menjadi aspek penting untuk mendukung hasil yang nyata.

    Kegiatan di Kelurahan Cappa Galung tersebut melibatkan unsur kepolisian, pemerintah kelurahan, Babinsa, dan masyarakat. Berdasarkan laporan kegiatan, acara berlangsung aman, tertib, dan lancar.

    Ke depan, konsistensi kerja sama antara aparat dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan lingkungan di Kota Parepare. (*)